Tuesday, August 27, 2013

Pembentukan Remaja Masjid Nur-Iman dan Memulai Kembali Kegiatan Pendampingan TPA


Demi menghidupkan kembali kegiatan keagamaan yang ada di Masjid Nur-Iman Dusun Selang II, maka berdasarkan hasil musyawarah antara Takmir Masjid Nur-iman dan Mahasiswa Kelompok 58 KKN UNY 2013 berupaya untuk membentuk Persatuan Remaja Islam Masjid (PRISMA) Nur-Iman Dusun Selang II.

Dalam rangka untuk memupuk keimanan dan semangat belajar agama anak-anak pada bulan ramadhan maka diadakan TPA di masjid Nur Iman Selang II. Kegiatan ini dimulai pada hari Selasa 9 Juli 2013 pukul 16.00 WIB yang diikuti oleh 55 anak dan 9 mahasiswa KKN UNY. Respon dari warga sangat antusias pada kegiatan ini dengan mendorong anak-anak mereka untuk mengikuti TPA setiap sore. Kegiatan ini dimulai dengan pendataan peserta TPA, dari iqra’ 1 sampai dengan iqra’ 6, juzama,dan alqur’an. 



Kegiatan TPA ini diisi dengan belajar membaca iqra’ dan alqur’an sesuai tingkatannya yang didampingi oleh mahasiswa KKN dan remaja masjid. Bagi anak yang telah selesai berkumpul untuk mendengarkan dongen Nabi yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa KKN yang bernama Khoirul Rifai dari prodi Ilmu Sejarah. Kemudian secara bersama-sama hafalan surat-surat pendek dan tebak-tebakan. Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian takjilan yang telah disediakan oleh warga.

Kegiatan TPA  berlangsung sukses, karena semakin hari peserta TPA semakin banyak, pada hari ke 4 peserta mencapai 86 peserta mulai dari balita, anak-anak, dan remaja. Harapan kami TPA ini bisa berkelanjutan untuk bulan-bulan berikutnya tidak hanya di bulan ramadhan saja. Oleh karena itu kami mencoba membentuk struktur kepengurusan TPA dengan tujuan mempermudah mengkoordinasi peserta TPA

Pelatihan Pembuatan Kerupuk Bakso



Kegiatan pembuatan kerupuk bakso dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2013 pada jam 13.00 bertempat di Rumah Ibu Siti salah satu warga dusun Selang II. Kegiatan ini diikuti oleh 19 Warga Dusun Selang II dan 9 mahasiswa dari Kelompok 58 KKN UNY.

Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah melatih warga dusun Selang II membuat kerupuk bakso. POSDAYA SEDYA bekerjasama dengan Kelompok 58 KKN UNY mendatangkan salah satu pengusaha kerupuk bakso berasal dari Bantul, beliau yang berperan dalam melatih pembuatan kerupuk bakso. Warga yang datang antusias dengan kegiatan ini dan warga ikut berpartisipasi saat membuat kerupuk bakso.

Untuk inovasi dari produk kerupuk bakso tersebut kelompok KKN 58 mengusulkan memberikan aneka rasa untuk kerupuk bakso. Terdiri dari rasa balado, barbeque, dan rasa original. Hasil dari pemberian aneka rasa ini cukup kreatif tanpa menghilangkan rasa asli dari kerupuk bakso dan menambah cita rasa enak.

Selang satu hari ada beberapa warga yang mulai mempraktikkan membuat kerupuk bakso dirumah mereka masing- masing. Diharapkan dengan kegiatan pelatihan pembuatan kerupuk bakso, warga dusun Selang II bisa menjadikan kerupuk bakso salah satu alternatif bidang usaha lokal untuk dusun Selang II.

Cek Kesehatan Lansia



Kegiatan ini merupakan cek kesehatan untuk lansia yang dilaksanakan di balai dusun Selang II pada hari Sabtu 24 Agustus 2013. Latar belakang  dari kegiatan ini yaitu kepedulian terhadap kesehatan lansia di dusun Selang II ini yang bahkan Posyandu Lansianya pun tidak jalan, oleh karena itu kami bekerja sama dengan Puskesmas II Wonosari mengadakan kegiatan tersebut.  Cek kesehatan disini meliputi menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, mengukur tekanan darah dan konsultasi kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh 4 orang tenaga medis dari Puskesmas, 29 lansia, 9 mahasiswa KKN UNY dan 1 Kader Posyandu. Warga sekitar antusias dengan kegiatan ini, mereka berbondong-bondong mendatangi balai dusun untuk cek kesehatan. Dalam kegiatan ini para lansia warga Selang II banyak yang menggunakan jaminan kesehatan untuk cek kesehatan.mayoritas para lansia menggunakan jamkesmas, jamkesos, dan askes. Untuk warga yang memiliki dan menggunakan jaminan kesehatan tersebut tidak dikenai biaya namun untuk lansia yang tidak mempunyai jaminan kesehatan dikenai biaya Rp 9.500,00. Namun biaya Rp 9.500,00 tersebut digratiskan karena ditanggung oleh mahasiswa KKN kelompok 58. Dengan begitu kegiatan cek kesehatan lansia digratiskan untuk semua lansia yang datang dalam kegiatan tersebut.

Kedepannya, program ini akan berlanjut menjadi kegiatan rutin Posyandu Lansia yang akan diambil alih oleh Kader Posyandu bekerja sama dengan Posyandu Lansia Desa Selang.


Monday, August 26, 2013

Penyuluhan Bahaya Penggunaan Plastik



Plastik merupakan salah satu bahan yang sangat mudah dijumpai di sekitar kita. Namun kebanyakan orang belum memahami jenis-jenis plastik yang aman digunakan dan apa saja bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaan plastik. Pengetahuan mengenai penggunaan plastik ini menjadi salah satu hal yang penting terutama penggunaan plastik untuk pengemas makanan. Oleh karena hal tersebut maka mendorong untuk diadakannya penyuluhan bahaya penggunaan plastik di Dusun Selang II. Tujuan dari diadakannya penyuluhan ini yaitu agar masyarakat Dusun Selang II lebih memahami mengenai penggunaan plastik dan bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaan plastik.

Penyuluhan bahaya penggunaan plastik di Dusun Selang II ini diadakan pada hari Minggu tanggal 18 Agustus 2013 di Balai Dusun Selang II bertepatan dengan kegiatan PKK yang rutin diadakan. Pemateri dari penyuluhan ini merupakan mahasiswa UNY salah satu anggota KKN kelompok 58 yang menempuh program studi kimia. Materi penyuluhan yang disampaikan yaitu mengenai pengenalan label dalam produk berbahan plastik dan bahaya yang dapat ditimbukan dari berbagai produk berbahan plastik tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh 28 peserta anggota PKK Dusun Selang II. Antusisme peserta yang hadir untuk kegiatan ini cukup tinggi dengan munculnya berbagai pertanyaan berhubugan dengan materi yang disampaikan.

Penyuluhan Bahaya Boraks pada Makanan



Pengetahuan mengenai bahan-bahan kimia berbahaya saat ini telah menjadi suatu kebutuhan seiring dengan meningkatnya penyalahgunaan bahan-bahan kimia berbahaya dalam makanan yang banyak dikonsumsi. Oleh karena hal tersebut  diperlukan adanya suatu penyuluhan yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan bahan-bahan kimia berbahaya tersebut, salah satunya yaitu boraks. Boraks merupakan salah satu senyawa kimia sintetis yang biasanya dipakai dalam berbagai industri seperti industri farmasi, bahan solder, pembersih, pengawet kayu dan antiseptik kayu. Namun senyawa yang sering dikenal dengan nama ‘bleng’ ini banyak digunakan oleh masyarakat sebagai bahan tambahan pada pembuatan makanan.

Penyulahan bahaya boraks pada makanan di Dusun Selang II, telah dilaksanakan pada Hari Jumat 12 Juli 2013 bertepatan dengan acara arisan PKK ibu-ibu Dusun Selang II. Acara yang bertempat di serambi Masjid Nur Iman ini dihadiri oleh 30 ibu-ibu peserta PKK. Antusiasme dari ibu-ibu PKK ini tergolong tinggi dengan munculnya berbagai pertanyaan berhubugan dengan materi yang disampaikan. Harapan dari diselenggarakannya acara ini yaitu memberikan gambaran mengenai bahaya boraks agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan.

Penyuluhan Gizi dan Kesehatan Bayi



Pengetahuan mengenai gizi dan kesehatan bayi merupakan salah satu hal penting bagi ibu-ibu yang telah memiliki bayi maupun balita. Dalam rangka menggiatkan program POSDAYA pada bidang kesehatan, dilakukan upaya penyuluhan dengan tujuan untuk memberikan informasi mengenai bagaimana memberikan gizi yang baik pada anak dan bagaimana menjaga agar bayi tetap sehat terhindar dari berbagai penyakit.

Penyuluhan Gizi dan Kesehatan Bayi di Dusun Selang II telah dilaksanakan pada hari Jumat, 12 Juli 2013 pukul 09.00 di Balai Dusun Selang II, yang bertepatan dengan acara rutin Posyandu yang dilaksanakan  tanggal 12 setiap bulannya. Kegiatan ini diawali dengan kegiatan rutin posyandu yaitu penimbangan berat badan bayi dan balita, serta pembagian makanan tambahan. Acara inti penyuluhan disampaikan oleh pembicara yang berasal dari Puskesmas Wonosari II yaitu bapak Muhammad Idrus. Materi penyuluhan berisi mengenai ciri-ciri anak yang mempunyai gizi baik dan buruk, serta penjelasan mengenai beberapa makanan yang memberikan nilai gizi yang baik pada anak. Menurut bapak Muhammad Idrus di Dusun Selang II ini tidak ditemukan balita yang mengalami gizi buruk berdasarkan data yang diperoleh pada bulan Februari 2013.


Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Kompos


Pemberi penyuluhan ini adalah bapak Senen Hartono yang merupakan ketua kelompok Tani Tunas Harapan Dusun Gedangsari desa Baleharjo yang telah berpengalaman memproduksi kompos sejak 2007. Pak Hartono mengunakan starter yang terbuat dari Sari Brodot Hewan (SBH) yang telah dikembangkan dan dilakukan penelitian di UGM. Dengan menggunakan SBH, bahan tidak perlu memebeli, cukup mengambil dati tempat penyembelihan hewan ternak. Organisme dari SBH ini mampu memfermentasikan bahan organik seperti pada saat di dalam usus hewan.Kegiatan ini merupakan kegiatan penyuluhan dan praktik membuat kompos atau pupuk organik. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh warga selang 2 yang  banyak memiliki lahan pertanian dan juga memeilihara ternak berupa sapi dan kambing. Namun, para petani selang 2 masih banyak mengandalkan pupuk kimia sintetik dan mengolah kotoran ternak dengan cara yang sederna, oleh karena itu POSDAYA SEDYA dan kelompok KKN 58 UNY berinisiatif untuk menyelenggarakan penyuluhan sekaligus praktik membuat kompos dari bahan organik.

Penyuluhan ini diikuti oleh warga dusun selang 2 sejumlah 15 orang dan bertempat di balai dusun. Setelah penyuluhan usai dilanjutkan dengan praktik memebuat kompos atau pupuk oranik di pekarangan rumah salah seorang warga yaitu bapak Warto. Pada saat praktik pembuatan kompos ini, justru partisipasi warga sangat baik, terlihat dari banyaknyaibu-ibu, anak-anak maupun bapak-bapak yang satu persatu dating untuk melihat proses pembuatan kompos. Dalam praktiik ini yaitu membuat pupuk organik padat dan pupuk organik cair yang mengandung sumber P (fosfor).




 

Design by @mandalaFaizy